
“Kawin kontrak itu dipakai bisa. Namun untuk bebrapa waktu yang darurat. Bukan untuk usaha semata seperti ini, ” kata ustazah itu seperti bisa dilihat dalam kutipan video berikut ini.
Website SyiahIndonesia. com mengajak Muslim Indonesia untuk sadar kalau diantara kiat Syiah untuk menebarkan ideologi agama mereka yaitu lewat media-media TV Nasional.
“Perfilman di Indonesia juga tidak luput dari makar Syiah untuk memperkenalkan ideologi mereka dan mengajak ummat Islam berfikiran Syiah yaitu salah satu madzhab dalam Islam, ” catat media yang mempunyai slogan Membela Sunnah – Menimbang Syiah itu.
Film “Dia Tetaplah Ibuku” bercerita seorang anak wanita yang berupaya untuk berbakti pada ibunya. Di segi lain, sang ibu yang terlilit hutang sesudah sang bapak meninggal memohon anaknya kawin kontrak (mut’ah).
Sebenarnya pada session ini bagus karena menghadirkan segi negatif mut’ah. Karena sang anak jadi menderita lantaran mut’ah.
Sang ibu untuk kali ke-2 kembali memohon anaknya ingin kawin kontrak. Karena telah merasakan penderitaan mut’ah, ia minta panduan Allah dan muncullah ustazah yang mengatakan bolehnya mut’ah dalam keadaan darurat seandainya tidak untuk usaha.
“Sedikit untuk sedikit Syiah mulai tunjukkan jati dianya pada khalayak ramai, menyusupkan doktrin-doktrin sesatnya lewat media pada orang-orang luas, ” kritik SyiahIndonesia. com.
Berikut ini kutipan pengucapan ustadzah dalam film " Dia Tetaplah Ibuku " yang membolehkan mut'ah :