OBAT ALAMI

OBAT ALAMI

Ads

BERITA

Thursday 18 August 2016

INI WAJIB DI BACA: Berikut Alasan Mengapa ZIONIS Israel Paling Takut dengan PENGHAFAL QUR’AN

Zionis Israel nyatanya takut dengan beberapa penghafal Quran. Bahkan juga, anak-anak meskipun. Oleh karena itu, dalam tiap-tiap agresinya, Israel mentargetkan membunuh anak-anak Gaza yang di ketahui jumlah hafizh-nya selalu bertambah dari th. ke th..


Pada th. 2008, Hamas menginformasikan wisuda 3. 500 anak hafizh Quran. Berita ini hingga pada Israel serta semua dunia walau sebenarnya, di bebrapa th. terlebih dulu, Hamas sudah mewisuda bocah-bocah hafizh Quran. Tetapi, pengumuman dengan cara terbuka serta diliput media itu bikin Israel lebih cemas.

Di bebrapa th. selanjutnya, jumlah bocah-bocah Gaza penghafal Quran makin bertambah. Pada th. 2009, jumlah hafizh yang diwisuda bertambah mencolok jadi 12. 000 walau beberapa hafizh cilik sudah syahid dibunuh Israel dalam agresi 2008. Pada th. 2010, jumlah hafizh yang diwisuda bertambah lagi jadi 24. 000 hafizh.

Mengapa Israel paling takut dengan para penghafal Quran?

Pertama, rupanya Zionis Israel tahu bahwa pasukan elit Izzuddin Al Qassam, sayap militer Hamas, adalah para penghafal Quran. Izzuddin Al Qassam tidak sembarangan merekrut pasukan, khususnya pasukan elit. Di antara syarat yang harus dipenuhi adalah hafal Al Quran 30 juz dan tidak pernah meninggalkan Subuh berjamaah dalam sekian tahun terakhir.

Pasukan elit Izzuddin Al Qassam itulah yang dikenal paling berani dan paling teruji menghadapi militer Israel. Selain tidak mengenal takut, mereka juga ahli strategi perang sehingga mampu melakukan operasi bukan hanya menghadang pasukan Israel namun juga menusuk ke jantung wilayah Israel.

Israel menyadari, anak-anak Gaza yang sejak kecil telah hafal Al Quran adalah calon-calon mujahidin tangguh yang akan merepotkan Israel ketika dewasa kelak. Sehingga untuk menghambat gelombang mujahidin, bocah-bocah penghafal Quran itu perlu dibunuh sebelum tumbuh dewasa.

Kedua, meskipun Zionis Israel tidak mengimani Islam, tetapi mereka percaya dengan masa depan yang disabdakan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits-haditsnya. Misalnya tentang perang akhir zaman yang membuat Yahudi diburu, tidak ada yang melindungi mereka kecuali pohon ghorqod. Karena percaya hadits Nabi ini akan terjadi, mereka pun menanam pohon ghorqod sebagai investasi perlindungan saat tiba waktu perang akhir zaman.

Salah satu hal yang diketahui dan dipercayai oleh Zionis Israel adalah keberanian para penghafal Quran. Bahwa orang-orang yang hafal Quran, mereka memiliki keberanian dan komitmen tinggi dalam menyongsong syahid fi sabilillah. Zionis Israel adalah kaum yang suka membaca. Dari membaca sejarah umat Islam mereka mengetahui bahwa di zaman sahabat, para penghafal Quran adalah barisan pertama jihad fi sabilillah. Dibuktikan dengan banyaknya penghafal Quran yang syahid dalam peperangan. Misalnya pada perang Yamamah. Banyaknya penghafal Quran yang syahid di medan perang ini membuat Umar kemudian mengusulkan mengumpulkan Al Quran kepada Abu Bakar.

Selain perang Yamamah, pada perang-perang lainnya juga tercatat bahwa para penghafal Quran antusias berada di garda terdepan demi menyongsong syahid fi sabilillah. Keberanian dan kecintaan pada mati syahid inilah hal yang ditakuti oleh Zionis Israel dari para penghafal Quran. Sebab jika seseorang datang ke medan perang untuk mencari kematian, menghadapi mereka adalah hal yang paling merepotkan.